Halaman

Foto saya
Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
Your Future Psychology

Selasa, 09 Juni 2015

Ayu

Hari keenam di Instalasi Rehabilitasi Mental Rumah Sakit Duren Sawit 


08.35 Ini sudah telat 5 menit dan aku baru masuk ruangan, tanpa minta maaf dan basa-basi aku langsung duduk di samping kedua temanku disana, aku cemas, merasa bersalah, tapi tidak tahu sikap yang seperti apa yang harus aku lakukan. Di tengah briefing, bu lidya mendapat telpon dari bu rena (pembimbing lapanganku), samar-samar aku tahu kalau bu rena ingin mendatangi tempat kita. Selesai briefing bu rena masuk ruangan, kemudian aku lihat bu lidya dan pak nurpandi berbicara diruang pak pandi. Setelah aku tahu, ternyata mereka membicarakan jadwal kita. Bahwa bu Rena meminta izin untuk mengambil kami (aku, hanun,ayu) untuk tanggal 15,16 Juni hari senin dan selasa minggu depan untuk tidak hadir di ruang rehab karena membantu proses assesment di poli psikologi. Untuk 40 orang  calon bidan yang akan diterima di salah satu rumah sakit. Dan, lagi-lagi dadaku dipenuhi rasa bahagia. Tidak ingin melewatkan hari itu. Tidak sabar menunggu hari itu.

10.00 Kami berada di ruang jahit, kami mempersiapkan pocket charger yang akan kami berikan untuk latker pasien rawat inap, alat-alatnya terdiri dari duplex, dan kain flanel, hanya di lem saja dan dihias sesuai kreasi. Ini ide dadakan, karena awalnya kami berniat membuat gelang dari benang sulam, dengan simpul yang lumayan rumit, setelah kami konsultasikan ke bu lidya, mami dan bu ayu, mereka bilang itu terlalu rumit untuk pasien skizo rawat inap, akhirnya kami memutuskan untuk membuat pocket charger.

14.00 Ayu cemas sepertiku kemarin, sudah dari jam 10 tadi ia berkali-kali mengulang kata-kata yang akan ia gunakan untuk materi DGT, tema nya 4 sehat 5 sempurna, ia berulang kali membuat simulasi dengan aku dan hanun berperan seolah-olah sebagai pasien. Pukul 14.00 ia sudah ada di depan pasien sekarang, aku di belakang mereka, sambil mendokumentasikan proses DGT. terlalu banyak dimonopoli oleh Pak Tendi, salah satu pasien yang mengaku dirinya lulusan S3 salah satu universitas di Tomang, ia selalu banyak bicara, memberikan tambahan dan saran, kemudian selalu ingin menjawab pertanyaan yang diberikan ayu, aku dan hanun kadang takut ayu tidak bisa mengatasinya, tetapi ayu bisa. ayu hebat. Setelah 30 menit berlalu, kami memberikan materi latker, tentang pocket charger yang tadi kami siapkan bahannya. Awal materi latker dibuka olehku, aku menjelaskan fungsinya, tujuannya, alat dan bahannya, dan cara membuatnya. Disusul oleh hanun dan ayu yang memberikan contoh serta tahap-tahap lebih detil bagaimana proses mengelem kain flanel dan sebagainya. Mereka mengikuti dengan sangat kooperatif. Hasil karya mereka selama dua hari kemarin kami sumbangkan ke rehab, bu ayu mencatatnya, dan meletakkannya di etalase depan ruang rehab. Kami cukup puas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar