Halaman

Foto saya
Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
Your Future Psychology

Selasa, 19 Maret 2013

review artikelnya antrop

Andi Annisa  Hakim  Bunga  Sumadi
Psikologi  UNJ Kelas  D  (1125125385)
Review  Artikel “Tafsir  Budaya Atas  Transisi  Kebudayaan  Maya”

            Globalisasi  adalah  peningkatan  aktivitas  dalam  ranah  apapun  di  sudut  dunia  manapun dengan  tidak  dibatasi  ruang  dan  waktu  menuju  ke’positif’an  atau  ke’negatif’an  arah  budaya  dunia . Itu  dulu  yang  seharusnya  kita  dalami  maknanya,  seiring  waktu mengalir  maka  pengglobalisasian  terus  maju, menembus  apa  yang  dirasa  tidak  mungkin, apa  yang  dirasa  kabur, dan  apa  yang  tidak  dapat  diciptakan  di  dunia  nyata. Bicara  globalisasi  berarti  bicara  hidup, bicara  hidup  berarti  bicara  pilihan,  maka  akan  ada  pilihan  hitam  atau  putih,  kanan  atau  kiri,  depan  atau  belakang,  vertical  atau  horizontal,  dan  positif  atau  negatif. 
            Terlepas  dari  bagaimanapun  kacaunya  proses  globalisasi  di  dunia  ini,  saya  sebagai  pemuda,  hanya  tinggal  memilih, apa  yang  dirasa  baik, apa yang dirasa penting  maka  itu  yang  akan  saya  ‘imam’i.  Tidak  bisa  dipungkiri  juga  bahwa  manusia  adalah  makhluk  yang  homeostatis, artinya  tubuh  manusia  cenderung  mempertahankan  keadaan  seimbang   atau  tenang,  sehingga  manusia  ber’motivasi’ .  motivasi  untuk   menghilangkan atau  mengurangi  keadaan  kurang  ketika  mereka  merasa  ada  sesuatu  yang  kurang,  manusia  selalu  mencari  jalan  yang  lebih  mudah , dari  hal kecil   yang  sudah  mudah  sekalipun . Hemat  saya siapapun  pengarang, pendiri, pencetus  dunia  dunia  maya  adalah  manusia  yang  sungguh –sungguh  normal. Jadi  wajar dan  bukan  kejahatan yang  mereka  lakukan.
            Pertanyaannya  bukan  “ini  tanggung  jawab  siapa?”  karena  globalisasi  atau  dalam  artikel  dinamakan  transisi  kebudayaan  maya  lingkupnya  adalah  dunia.  Jika  sudah  bicara  dunia, maka  yang  hidup  di dunia  yang  bertanggung  jawab.  Dibalik  kisah  dua  orang  pemuda  yang  tiba-tiba  membabi  buta  menembak  mati  beberapa  orang  di halaman  kampusnya  karena  pemuda-pemuda  ini  keranjingan  bermain  permainan  tembak  tembakan  dari  dunia  maya, seharusnya  tanggung  jawab  ditujukan kepada  semua  pihak, intinya  saya  merasa  tidak  juga  salah  perusahaan  games, tidak  juga  salah  orangtua  si  pemuda,  tidak  juga  salah  si  pemuda,  tidak  juga  salah  perusahaan  pembuat  persenjataan. 
            Bukan  tidak  setuju  jika  banyak  dari  kebudayaan  maya  yang  merugikan  budaya  tradisional--budaya  yang  begitu  memanusiakan  kita,  tapi  hak  bebas  mencipta  adalah kebebasan mutlak  karena  termasuk  dalam  hak  asasi manusia. Tinggal, institusi peraturan mengatur  bagaimana  hak  ini  tertib  dijalannya, tinggal, pemuda pemuda  mengatur  diri  dan  orang  lain  termasuk  bangsanya  untuk menjelaskan  bagaimana  budaya  maya  ini  menjadi  baik. Tinggal,  para  orangtua  mengatur  anaknya untuk  mengelola  budaya maya  ini  dengan  cermat.  Tinggal, para  ketua  suku  masyarakat  tradisional  mengatur  batasan batasan  yang  masih  baik  diadopsi  dari  budaya  maya. Tinggal, institusi  pendidikan  menciptakan  pendidikan  yang  kreatif  untuk  peningkatan  metode  belajar  manusia  dari  budaya  maya  ini,  dan  tinggal  kita  yang  memilih,  harus  diam  jika  budaya  maya  berdampak  buruk  atau  bergerak  ketika  budaya  maya  baik,  atau  kebalikan  dari  arah  ini.

Rabu, 27 Februari 2013

psycho expo



ini acara pertama gue di jurusan, you have to know seminarnya bagus banget , baik tempatnya, narasumbernya . ih parah banget bagusnya , padahal uda pernah jadi panitia seminar waktu di telkom dulu, tapi yang ini beda, karena pake almet unj sekarang, berasa mewah banget , berasa panitia elegant jadinya karena gedungnya mewah gitu .  dan hal kedua yang penting juga adalah kita surplus 8jutaan gitu loh . selamaaaat !!!! meskipun uda pernah juga surplus 14 juta (kalo ga salah) pas satelite di telkom (anggep aja pensi nya telkom ya). tetep aja yang ini beda rasanya . gimana yaaaa . brrr ~

Selasa, 27 November 2012

14 februari ? valentine ?

Perlawanan PETA 14 Februari 1945


2 Votes

Bila mendengar tanggal 14 februari apa yang ada di benak kita ?
Sebagian besar terutama generasi muda pasti mengindetikkannya dengan perayaan Valentine atau disebut juga hari kasih sayang.disaat inilahpasangan yang sedang jatuh cinta bertukar cokelat dan bunga.sebaba itu toko coklat dan bunga mengalami kenaikan omzet yang dramatis di hari valentine.
Sebenarnya tanggal 14 Februari juga memiliki arti yang penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. bila disaat ini bertukar coklat dan bunga maka para leluhur kita 67 tahun lalu bertukar mortir dan peluru dengan tentara kekaisaran Jepang yang saat itu menduduki Indonesia.jika surat valentine berwarna merah melambangkan cinta maka warna merah 67 tahun yang lalu melambangkan keberanian dan darah pejuang PETA yang gugur.
Perlawanan PETA Blitar merupakan salah satu perlawanan terhadap tentara kekaisaran Jepang yang menguasai Indonesia saat itu.bila melihat dari sejarahnya tentara PETA (Pembela tanah Air) merupakan organisasi militer yang dibentuk tentara Kekaisaran Jepang sebagai tentara cadangan untuk melindungi Indonesia. dari tentara Sekutu (USA,Inggris,Australia,dll ) yang di tahun 1945 terus mendesak tentara Kekaisaran Jepang.
Tentara PETA mendapatkan pelatihan militer dari Tentara kekaisaran Jepang namun berbeda dengan Tentara HEIHO yang ikut bertempur bersama tentara Jepang di medan tempur Asia seperti Myanmar,Thailand,Morotai,Filipina tentara PETA belum pernah mengalami pengalaman tempur.

Pemberontakan PETA di Blitar dilatarbelakangi oleh semakin sulitnya kehidupan rakyat saat itu dan juga keinginan merdeka.atas kepercayaan bahwa tentara Jepang akan segera kalah dalam perang asia timur raya sesuai berita yang didapat dari radio Internasional dimana satu persatu daerah kekuasaannya di asia jatuh ketangan sekutu. sehingga sebelum tentara sekutu mendarat di Indonesia dan mengembalikan Indonesia sebagai wilayah pendudukan Belanda.Indonesia harus merdeka dan mendapat pengakuan internasional sehingga mencegah hal itu terjadi.
Tanggal 14 Februari dipilh sebagai saat perlawanan karena saat itu akan ada pertemuan besar komandan dan anggota PETA di Blitar sehingga diharapkan anggota PETA yang lain akan ikut bergabung dalam perlawanan sehingga bisa menguasai Blitar dan mendorong pemberontakan di daerah lainnya
Pemimpin perlawanan PETA adalah Cudancho Supriyadi dan komnadan lainnya meski rencana perlawanan telah dipersiapkan secara baik. terjadi hal yang tidak diduga tiba-tiba Pimpinan tentara kekaisaran Jepang membatalkan pertemuan anggota dan Komandan PETA di Blitar.Cudancho Supriyadi dan komandan serta anggota PETA di Blitar dihadapakan pada posisi sulit bila terus melanjutkan perlawanan kemungkinan besar mereka akan kalah. jumlah mereka tidak sebanding dengan tentara Kekaisaran Jepang namun bila dibatalkan ada resiko Tentara kekaisaran Jepang sudah tahu dan akan menghukum berat bahkan mati yang terlibat dalam pemberontakan.
Cudancho Supriyadi dan komandan PETA di Blitar tetap memutuskan melanjutkan perlawanan karena mereka berharap pengorbanan darah dan nyawa mereka akan membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan meski setiap orang tahu mereka akan kalah.
Tepat dinihari 14 Februari 1945 meletuslah tembakan mortir dan peluru dari asrama Tentara PETA di Blitar dan pengibaran bendera Merah putih tepat diseberang asrama PETA.seperti telah diduga sebelumnya Tentara Kekaisaran Jepang akhirnya bisa mengatasi pemberontakan ini.harapan pemberontakan PETA di Blitar akan mendorong Pemberontakan PETA di daerah lain tidak terjadi karena tentara Jepang segera menarik seluruh senjata yang dipegang tentara PETA .
Dari Tentara dan komnadan PETA yang memberontak Cudancho Supriyadi hilang dan tidak pernah diketahui jejaknya sedang komandan yang lain dijatuhi hukuman mati dipenggal di daerah Ancol ada yang mendapat hukuman penjara.

Untuk mengenang perlawanan PETA tepat di lokasi perlawanan didirikan monumen PETA yang terdiri dari 7 patung dalam sikap menyerang tepat ditengah-tengah adalah Cudancho Supriyadi sebagai pemimpin perlawanan.sedang asrama PETA kini menjadi SMP dan SMU Negeri namun bila dihat dari bentuk banguanannnya ada kesan itu merupakan bangunan asrama militer.tugu tempat pengibaran bendera merah putih saat pemberontakan kini menjadi taman makam pahlawan.

Minggu, 21 Oktober 2012

36 bulan


ini gue yang bikin , kata aqso "lucu banget yang , berkesan banget. maaf aku ga ngasih apa apa *sambil belai belai kepala gue*" hihihi sayang aqso :*


disinilah gue

oke . singkat cerita . gue ga dapet snmptn, terus gue nyoba simak ui juga ga dapet . terahir gue nyoba umb (ujian masuk bersama) dan itu bayarnya mahal banget bagi gue , 300ribu cuy . parah . terus gue juga nyoba di penmaba unj , umb pilihan gue , psikologi unj, tekno pend unj , pendidikan luar sekolah, tata rias, tata busana . terus penmaba pilihan gue itu pend geografi dan pend aduh apa sih kedua gue lupa sendiri hahahah pilihan kedua ituuu . eng .... itu pend sejarah nah iya . kenapa gue milih psikologi di umb karena , pilihan prodi di unj tuh cuma dikit banget , dan yg paling bagus itu cuma psikologi, terus kenapa gue milih geografi di penmaba , karena kata ka rey (guru geo gue di bta) dia bilang geografi tuh enak banget , banyak belajar beneran di alam dan bla bla bla ,dan emang nilai to gue di bta geo tuh selalu tergede, dan gue ngerasa gue jatuh cinta sama geo , maka gue pilih lah itu. 

singkat cerita ya , gue dapet umb psikologi dan dapet geografi dari penmaba , alhamdulillah banget , terus disinilah gue . di psikologi unj . selamat datang bunga . selamat berjuang ! walaupun lu ga tau ilmu apa ini . dijalanin aja dulu . siapa tau bisa jatuh cinta juga . 

 besok besok gue post ya , mind map gue selama kuliah ., gue mau ngerjain tugas statistik dulu .